Para Imigran Yunani Memprotes Sistim Imigrasi
2010-1-29 9:41
Sistem imigrasi di Yunani telah menjadi perhatian bagi pemerintah yang baru terpilih. Selasa lalu, imigran dan ratusan aktivis HAM menggelar unjuk rasa di Athena, menuntut agar anak-anak imigran diberikan kewarganegaraan, serta proses pengesahannya harus dibuat lebih mudah.
[Mahmed Hamada, Imigran dari Mesir]:
"Mendapatkan kewarganegaraan dan surat sah sangat sulit. Saya telah di sini sejak tahun 1983 dan belum memiliki surat-surat, sungguh sulit."
Langkah baru telah diambil oleh pemerintah, termasuk pemberian kewarganegaraan kepada anak-anak imigran yang lahir di Yunani. Hingga kini, imigran harus menunggu sampai usia 18 tahun dan tinggal di Yunani selama sepuluh tahun, sebelum memohon kewarganegaraan.
Namun kelompok HAM berkata hal itu belum cukup, karena ini hanya berlaku bagi anak-anak imigran legal.
[Antonis Draganigos, Anggota Kelompok HAM]:
"Langkah pemerintah tidak cukup jauh untuk menyelesaikan masalah, semua anak-anak imigran harus diberikan kewarganegaraan tanpa syarat."
Langkah lain termasuk membuat sebuah komite independen untuk menangani dan mempercepat permohonan suaka. Surat sah sulit diperoleh karena ditahan oleh birokrasi, membuat ratusan ribu imigran tinggal di Yunani secara ilegal.
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi telah menyambut baik usulan ini, yang sebelumnya melontarkan kritikan atas perlakuan Yunani terhadap imigran dan kecilnya angka pemberian suaka. Namun Yunani sendiri berkata ia kewalahan dalam menangani ribuan imigran ilegal yang menyusup lewat darat dan laut tiap tahun.


